Jelang Ramadan, Ini Sektor Saham yang Layak Dilirik

Jumat, 06 Februari 2026 09:16 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

Sektor Saham yang Berpotensi Menguat Jelang Ramadan
Sektor Saham yang Berpotensi Menguat Jelang Ramadan undefined

JAKARTA - Menjelang datangnya bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri, pasar saham Indonesia biasanya dipengaruhi oleh sentimen musiman yang berdampak pada pergerakan sejumlah sektor.

Mengacu pada pola tren dalam beberapa tahun terakhir, sektor yang berhubungan erat dengan konsumsi masyarakat, aktivitas distribusi, serta mobilitas dan konektivitas umumnya mencatatkan kinerja positif pada periode tersebut.

Lonjakan aktivitas ekonomi selama Ramadan sampai Lebaran, mulai dari belanja kebutuhan pokok, konsumsi makanan dan minuman, arus mudik, hingga meningkatnya penggunaan layanan digital, menjadi pendorong utama tumbuhnya optimisme investor terhadap saham-saham tertentu.

BACA JUGA: Ini Cara Mudah Kenali Modus Saham Gorengan

Dikutip TrenAsia dari Ajaib, Mirae Asset Sekuritas, dan berbagai sumber lain, Kamis, 5 Februari 2026, berikut sederet fakta pasar saham yang diwarnai sentimen musiman jelang Ramadan dan Idul Fitri,

Konsumsi Menguat, Consumer Goods Jadi Andalan

Sektor consumer goods secara historis menjadi salah satu yang paling diuntungkan menjelang dan selama Ramadan. Lonjakan konsumsi masyarakat untuk kebutuhan sahur, berbuka puasa, hingga persiapan Lebaran mendorong permintaan produk makanan dan minuman.

Emiten-emiten seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) kerap menjadi sorotan investor. 

Produk mi instan, biskuit, minuman kemasan, hingga kebutuhan protein dinilai memiliki permintaan yang relatif stabil bahkan meningkat selama periode Ramadan.

Pelaku pasar menilai sektor ini bersifat defensif, karena tetap bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi, sekaligus memiliki potensi pertumbuhan jangka pendek berkat faktor musiman.

BACA JUGA: Cara Bersiap Hadapi Resesi untuk Gen Z Menurut Pakar

Sektor Ritel Ikut Terdongkrak

Selain produsen barang konsumsi, sektor ritel juga mendapatkan dampak positif dari meningkatnya aktivitas belanja masyarakat. Ramadan identik dengan peningkatan pembelian kebutuhan pokok, pakaian baru, perlengkapan rumah tangga, hingga produk gaya hidup menjelang Lebaran.

Sejumlah emiten ritel seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dinilai berpotensi mencatatkan kenaikan kinerja penjualan musiman.

AMRT, misalnya, kerap dipandang sebagai proksi langsung belanja kebutuhan harian masyarakat, sementara emiten ritel fesyen dan gaya hidup biasanya merasakan lonjakan penjualan menjelang Hari Raya.

Baca juga : Penutupan LQ45 Hari Ini: UNVR Melejit, ADMR Ambrol

Transportasi dan Logistik Diuntungkan

Aktivitas mudik Lebaran menjadi katalis utama bagi sektor transportasi dan logistik. Peningkatan volume kendaraan, penumpang, serta distribusi barang memberikan sentimen positif bagi emiten yang bergerak di sektor ini.

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dinilai memperoleh manfaat langsung dari lonjakan trafik kendaraan di ruas jalan tol yang dikelolanya. Selain itu, emiten transportasi dan logistik lain seperti PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA), dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) juga berpotensi mencatatkan peningkatan kinerja operasional selama musim mudik.

Sementara itu, perusahaan berbasis teknologi dan logistik seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turut mendapat sentimen positif dari meningkatnya aktivitas pengiriman dan mobilitas masyarakat.

Telekomunikasi Ketiban Berkah Trafik Data

Peningkatan aktivitas digital selama Ramadan juga menjadi katalis bagi sektor telekomunikasi. Penggunaan layanan data untuk media sosial, pesan instan, panggilan video, dan hiburan digital cenderung meningkat, terutama pada waktu sahur dan malam hari.

Emiten telekomunikasi besar seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) dinilai diuntungkan oleh lonjakan trafik data tersebut. TLKM kerap dipandang sebagai saham defensif yang relatif stabil, sekaligus memiliki potensi pertumbuhan dari bisnis digital dan data center.

Saham-Saham yang Kerap Dilirik Investor

Dari berbagai sektor tersebut, beberapa saham sering masuk dalam radar investor jelang Ramadan. ICBP dinilai diuntungkan dari tingginya konsumsi mi instan dan makanan olahan, sementara MYOR mendapat dorongan dari penjualan biskuit dan minuman yang banyak dikonsumsi saat berbuka puasa.

AMRT menjadi pilihan investor yang mencari eksposur langsung ke belanja harian masyarakat, JSMR diuntungkan oleh lonjakan volume kendaraan mudik, dan TLKM mendapatkan sentimen positif dari peningkatan penggunaan layanan data.

Baca juga : IHSG Kembali Melemah, Saham Keluarga Kalla BUKK Tetap Moncer

Strategi Investor Jelang Ramadan

Meski sentimen Ramadan kerap membawa peluang, analis mengingatkan pergerakan saham bersifat musiman dan cenderung jangka pendek. Sentimen biasanya mulai terbentuk beberapa minggu sebelum Ramadan dan dapat mereda setelah Lebaran.

Investor disarankan tetap memperhatikan faktor fundamental perusahaan, kondisi makroekonomi, inflasi, serta daya beli masyarakat. Selain itu, pengelolaan risiko menjadi kunci agar investor tidak terjebak euforia musiman tanpa strategi keluar yang jelas.

Pelaku pasar juga mengingatkan bahwa tidak semua saham dalam sektor yang sama akan bergerak seragam. Oleh karena itu, riset mandiri dan disiplin strategi investasi tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi peluang pasar jelang Ramadan dan Lebaran.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 06 Feb 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 06 Feb 2026