Alasan Antibiotik Harus Habis Sesuai Resep Dokter

donalbaba -Jumat, 11 Juni 2021 15:23 WIB
Ilustrasi. (sumber: Medical News Today)

jabarjuara.co, Bandung-Banyak orang mengangap bahwa antibiotik adalah ‘obat dewa’ yang manjur mengobati penyakit apapun. Tapi kenapa antibiotik menjadi resep obat yang harus dihabiskan dalam kurun waktu tertentu?

Mengutip laman CNN Indonesia, dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi RSUD Dr. Soetomo, Erwin Astha Triyono menjelaskan, antibiotik harus dihabiskan sesuai dengan resep dokter. Sebabnya, dokter sudah menghitung kapan dan berapa dosis yang digunakan untuk membunuh bakteri dalam tubuh.

"Kenapa, kan, antibiotik itu harus habis? Ya karena sudah dihitung, pada bakteri tertentu, waktu tertentu, itu bakterinya akan mati. Jadi minum antibiotik lebih dari resep akan mubazir, kurang dari resep tidak akan membuat bakterinya mati semua," kata Erwin dalam diskusi virtual bersama Pfizer, Kamis (10/6/2021).

Sebelum meresepkan obat, dokter akan mendiagnosis apa penyebab penyakit yang diderita pasien. Jika disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik.

Dokter juga akan melakukan perhitungan berapa bakteri yang ada pada tubuh, berapa banyak dosis yang diperlukan agar bakteri tersebut mati dan tidak menginfeksi.

Antibiotik yang tidak dikonsumsi dengan benar sesuai anjuran dokter juga bisa menyebabkan bakteri resisten. Akibatnya, resistensi bakteri akan menyebabkan penyakit menjadi lebih parah di masa yang akan datang.

"Bakterinya tidak mati semua, ada yang tetap hidup di dalam tubuh dan bermutasi. Ketika menginfeksi lagi, antibiotik yang sama bisa jadi tidak mempan," kata Erwin. Anda mungkin akhirnya harus minum obat antibiotik dengan dosis yang lebih tinggi agar bisa sembuh.

Dalam diskusi yang sama, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, Imran Agus Nurali menyebut beberapa kerugian ketika tidak menghabiskan antibiotik, di antaranya pertama dosis lebih tinggi, lebih mahal, penyakit bisa lebih parah.

Imran juga menyarankan agar masyarakat tak sembarang membeli antibiotik di pasaran. Antibiotik tersebut juga tak boleh diberikan sembarang meski kemiripan gejala atau penyakit tertentu.

"Orang menganggap antibiotik bisa mengobati apa pun, padahal ini salah dan berbahaya. Antibiotik hanya digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan bakteri, sementara penyakit bisa disebabkan juga oleh virus atau jamur," ujar Imran.

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan dikhususkan hanya untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti TBC, pneumonia, difteri, infeksi saluran kemih, dan lain-lain.

Untuk itu, masyarakat kembali diingatkan untuk meminum antibiotik sesuai anjuran dokter demi mencegah resistensi antibiotik. Masyarakat juga tak disarankan membeli antibiotik secara bebas.

 

Bagikan

RELATED NEWS