Hindari Tidur Saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat, Ini Alasannya

donalbaba - Rabu, 26 Agustus 2020 03:11 WIB
Ilustrasi - Perubahan cepat ketinggian saat pesawat lepas landas dan mendarat mempengaruhi tekanan udara, dan dapat merusak pendengaran. undefined

jabarjuara.co, Bandung-Jangan pernah tertidur ketika pesawat lepas landas dan mendarat. Karena hal tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada telinga.

Mengutip laman iNews.id dari RD, ahli obat-obatan dan makanan asal Inggris, Angel Chalmers mengatakan, saat pesawat hendak mendarat atau lepas landas, sebaiknya jangan tertidur dan tidak menurunkan sandaran tangan.

“Perubahan cepat pada ketinggian memengaruhi tekanan udara di telinga. Ini menyebabkan kekosongan pada tabung Eustachian yang membuat telinga merasa tersumbat dan mengurangi pendengaran,” jelasnya.

Chalmers mengatakan, penumpang yang tidur saat lepas landas maupun mendarat juga bisa mengalami berbagai masalah seperti pusing, infeksi telinga, kerusakan gendang telinga, hingga kehilangan pendengaran. Lantaran hal tersebut, berhubungan dengan tekanan udara di kabin yang berubah secara cepat dan mendadak.

Respon alami yang dilakukan saat terbangun, lanjut Chalmers, adalah dengan memencet telinga untu

untuk mengurangi tekanan pada gendang telinga selama lepas landas maupun mendarat

“Ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan," ujarnya.

Diketahui, pesawat memiliki kecepatan lepas landas dan mendarat pada 135 sampai 155 knot (atau sekitar 250 sampai 287 km/jam). Artinya, jika sandaran tangan berada dalam posisi berdiri atau tidak dalam posisi berada di bawah, maka ada potensi sandaran tangan tersebut bisa terlempar dengan kecepatan yang sama ketika pesawat mendadak berhenti saat mendarat.

“Bayangkan jika sandaran tangan bisa membentur tubuh dengan kekuatan seolah-olah sedang melaju dengan kecepatan Iebih dari 135 knot,” kata Chalmers.

Bagikan

RELATED NEWS