Karier Pernah Gagal? Ini 6 Cara Bangkit Lebih Kuat
JAKARTA – Hampir semua orang pernah menghadapi kemunduran dalam perjalanan kariernya, karena sangat jarang ada jalur profesional yang benar-benar mulus. Situasi ini kerap menimbulkan rasa sakit, kebingungan, bahkan membuat seseorang kehilangan arah untuk menentukan langkah berikutnya atau bangkit kembali.
Meski demikian, entah kamu mengalami perlakuan yang tidak adil, terjebak di lingkungan kerja yang tidak sehat, atau melakukan kesalahan sendiri, selalu ada kesempatan untuk bangkit, memperbaiki kondisi, dan merancang masa depan karier yang lebih baik.
Dilansir dari Forbes, kegagalan dalam karier merupakan hal yang wajar dan dapat terjadi karena berbagai faktor. Perubahan dunia kerja berlangsung begitu cepat dan dinamis, sehingga risiko mengalami hambatan semakin besar.
Di sisi lain, tekanan yang meningkat serta polarisasi dalam lingkungan sosial dan profesional juga membuat konflik dan masalah lebih sulit dihindari, yang pada akhirnya dapat mengganggu perkembangan karier.
Dalam situasi seperti ini, membangun ketangguhan karier menjadi sangat penting, sekaligus merancang langkah-langkah proaktif agar dapat terus melangkah maju dengan lebih siap. Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu lakukan setelah alami kegagalan dalam karier.
Cara untuk Bangkit dan Membangun Karier Setelah Alami Kegagalan
Berikut beberapa cara bangkit dari kegagalan karier di tahun lalu:
1. Refleksi
Saat menghadapi masa sulit, naluri kita sering kali ingin menghindari rasa sakit dan pikiran negatif. Namun, dengan memberi ruang pada diri sendiri untuk merasakan emosi akibat kehilangan, daya tahan mental dan kemampuan menghadapi tantangan di masa depan justru akan meningkat. Hal ini didukung oleh penelitian dari Ohio State University.
Cobalah meninjau kembali apa yang tidak berjalan sesuai harapan dan fokus pada hal-hal yang masih berada dalam kendalimu. Pikirkan langkah apa yang seharusnya bisa dilakukan dengan cara berbeda.
Meski terasa seperti diperlakukan tidak adil, tetaplah menggali pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman tersebut. Ingat kembali kekuatan yang kamu miliki, lalu susun rencana untuk mempelajari keterampilan baru atau memperbaiki area yang masih perlu dikembangkan.
Selain itu, evaluasi kembali prioritas hidupmu, baik secara pribadi maupun profesional. Hambatan dalam perjalanan karier bisa menjadi kesempatan untuk menata ulang arah dan menemukan jalan baru yang lebih sesuai.
2. Tetap Terhubung dengan Teman
Saat kamu sedang berada di titik sulit dalam karier, wajar jika muncul perasaan sendirian. Padahal, hampir semua orang pernah menghadapi masa-masa berat dalam pekerjaan mereka. Faktanya, sekitar 40% orang mengaku pernah kehilangan pekerjaan setidaknya sekali, dan 23% lainnya mengalaminya hingga tiga kali atau lebih.
Tak hanya itu, 73% responden merasa cemas akibat pemutusan hubungan kerja atau pemecatan. Data ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Intoo bersama Harris Poll.
Berbagilah cerita dengan teman dekat atau rekan kerja tepercaya mengenai kekhawatiran yang kamu rasakan. Keterbukaan ini sering kali mendorong mereka untuk bersikap jujur juga. Ikatan emosional justru semakin kuat saat kita melewati masa sulit bersama, sehingga hubungan dapat menjadi lebih dalam ketika dukungan dan empati sangat dibutuhkan.
Selain itu, jangan ragu menjangkau jaringan yang kamu miliki. Peluang karier berikutnya sangat bergantung pada kuatnya relasi profesional. Informasikan kepada orang-orang di sekitarmu bahwa kamu sedang mencari kesempatan baru dan jenis pekerjaan yang kamu incar.
3. Tetap Optimistis

Menjaga sikap optimistis bukan berarti menipu diri sendiri atau terjebak dalam kepositifan yang berlebihan. Sebaliknya, pandangan yang tetap positif justru sangat baik bagi kesehatan mental. Penelitian dari University of Kent menunjukkan ketika seseorang mampu menerima kegagalan dan memaknainya secara konstruktif, tingkat kebahagiaan serta motivasi akan lebih terjaga.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan menghindari masalah atau menyangkal tantangan yang telah dihadapi, karena sikap penerimaan membantu individu bangkit dan melangkah maju.
4. Bersikap Konstruktif
Salah satu kunci penting dalam menghadapi kegagalan karier adalah tetap menunjukkan sikap terbaik dan respons yang membangun. Wajar jika kamu ingin meluapkan perasaan kepada teman dekat atau anggota keluarga, namun tetap penting untuk mengendalikan reaksi emosional. Kemampuan mengelola emosi merupakan cerminan kedewasaan.
Menariknya, situasi sulit justru bisa menjadi momen berharga untuk membangun kredibilitas. Orang lain akan melihat bagaimana kamu mampu mempertahankan sikap positif meski berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan, atau tetap melangkah maju di tengah situasi negatif.
Kamu boleh jujur mengenai apa yang sedang dialami, sembari tetap menunjukkan ketangguhan, ketekunan, pola pikir bertumbuh, dan sikap proaktif. Semua ini akan mencerminkan kekuatan dan karaktermu secara nyata.
5. Ambil Tindakan
Penting untuk memahami bahwa kegagalan justru dapat menjadi jalan menuju kesuksesan yang lebih besar. Penelitian dari Northwestern University menunjukkan bahwa proses belajar, mencoba kembali, tetap bertahan, serta membangun daya lenting berperan besar dalam pencapaian di masa depan. Upaya yang dilakukan secara konsisten terbukti menghasilkan dampak positif.
Pada akhirnya, kemampuan untuk terus melangkah dan tidak menyerah akan membawa Anda pada peluang karier berikutnya, sekaligus membantu menjaga kesehatan mental. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang dimuat dalam Journal of Abnormal Psychology.
6. Melangkah Maju
Salah satu tantangan terbesar dalam proses membangun kembali adalah kemampuan untuk melepaskan dan melanjutkan hidup. Kegagalan bisa menimbulkan rasa malu, kebingungan akibat pilihan yang keliru, atau bahkan kemarahan atas apa yang terjadi.
Namun, peluang untuk berhasil akan semakin besar ketika kamu mampu mengakui masalah, menenangkan diri, dan terus bergerak ke depan.
Meski memaafkan rekan kerja, atasan, perusahaan, atau bahkan diri sendiri terasa sulit, cobalah melepaskan beban kekecewaan agar dapat mengambil langkah yang lebih positif. Ingatlah bahwa kemunduran adalah bagian dari kehidupan. Jika kamu tidak pernah gagal, bisa jadi kamu belum cukup berani melampaui batas dan berkembang.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 04 Jan 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 06 Jan 2026
