Kini Fistbump Dilarang di Malaysia

donalbaba - Rabu, 09 September 2020 21:28 WIB
Ilustrasi - Fist bump menjadi populer sebagai pengganti salaman. Namun kini otoritas Malaysia melarang warganya melakukan kontak fisik dengan orang lain, termasuk fist bump. undefined

jabarjuara.co, Bandung-Pemerintah Malaysia melarang warganya untuk melakukan kontak fisik dengan orang lain, termasuk fistbump atau salam kepalan tangan untuk menghindari penyebaran Virus Corona.

Mengutip laman Kumparan, fistbump menjadi populer di Malaysia sebagai pengganti salaman.

“Seharusnya tidak ada salam dan bentuk kontak fisik lainnya, tapi hari ini saya lihat ‘salam kepalan tangan’ tidak hanya menjadi tren tetapi beberapa orang bahkan saling berpelukan,” kata Wakil Menteri Kesehatan, Noor Azmi Ghazali, dalam sesi tanya jawab dengan Dewan Negara, seperti dikutip dari Free Malaysia Today.

Pihaknya menyarankan untuk mengganti fistbump dengan meletakkan tangan di dada dan sedikit membungkuk sebagai tanda hormat. Dia juga mengatakan, warga Malaysia harus lebih berhati-hati.

Lebih lanjut, Noor Azmi mengatakan, pihaknya akan terus memantau pandemi karena belum sepenuhnya mengetahui penyakit tersebut.

“Saat ini upaya pencegahan terus dilakukan oleh pemerintah Malaysia, dan meminta warga untuk menggunakan masker, mencuci tangan dan menerapkan physical distancing,” imbuhnya.

Malaysia, lanjut Noor Azmi, terbukti menjadi salah satu negara yang mampu mengelola dan mengendalikan Virus Corona dengan baik hingga mendapatkan pengakuan dunia.

Dia mengatakan pemerintah akan melipatgandakan upayanya dalam memerangi pandemi.

“Saat ini swab tes Covid-19 dilakukan pada orang dengan gejala atau yang berisiko tinggi,” tambahnya.

Meski demikian pemerintah tidak akan memberikan layanan secara gratis, namun akan memberikan swab secara berkala kepada guru-guru di sekolah.

Dia melanjutkan, pemerintah telah menyusun SOP untuk berbagai subsektor termasuk pendidikan, oleh karena itu kepatuhan terhadap SOP penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah.

Hingga Rabu (9/9/2020), Malaysia mencatat jumlah kasus corona sebanyak 9.559 dan 128 kasus kematian.

Bagikan

RELATED NEWS