Mengubah Mimpi Pensiun Dini Menjadi Kenyataan dengan Konsep FIRE

Redaksi Daerah - Senin, 29 April 2024 08:49 WIB
Mau Pensiun Dini? Ikuti Konsep FIRE Berikut (Freepik)

JAKARTA - Gerakan Financial Independence, Retire Early atau yang dikenal sebagai FIRE tak dapat dipungkiri telah menarik perhatian banyak orang yang bermimpi untuk pensiun dini dan mencapai kemandirian finansial.

Dilansir dari Ensiklopedia Britanica, konsep FIRE ini mendorong individu untuk mengambil langkah-langkah agresif dalam menyimpan uang, menjalani gaya hidup hemat, dan membangun sumber pendapatan pasif untuk mencapai tujuan keuangan mereka lebih awal dari pada umumnya.

Filosofi di Balik FIRE

FIRE ingin setiap orang memiliki kebebasan finansial melalui strategi berikut:

Penghematan Agresif

Para pengikut FIRE dikenal menyisihkan sebagian besar pendapatan mereka, seringkali antara 50 hingga 75%, untuk diinvestasikan demi mencapai tujuan finansial mereka.

Gaya Hidup Hemat

Gaya hidup sederhana dan hemat menjadi kunci dalam gerakan ini.

Individu yang mengikuti FIRE berusaha untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan membatasi konsumsi berlebihan.

Penciptaan Pendapatan Pasif

Investasi dalam sumber pendapatan pasif seperti properti sewa, investasi saham, obligasi, atau dana indeks menjadi fokus utama dalam membangun aliran pendapatan yang stabil.

Menghitung FIRE Number

Konsep FIRE (Financial Independence, Retire Early) punya rumus sederhana untuk menghitung jumlah tabungan yang diperlukan dan jumlah yang harus Anda tabung setiap tahun untuk mencapai tujuan pensiun dini.

Angka FIRE, atau jumlah aset yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan hidup pensiun, dihitung dengan mengalikan kebutuhan hidup tahunan Anda dengan angka 25.

Sebagai contoh, jika Anda membutuhkan US$60.000 per tahun untuk hidup setelah pensiun, maka angka FIRE Anda akan menjadi US$60.000 x 25 = US$1,5 juta.

Angka ini adalah jumlah total aset yang diperlukan agar Anda dapat mengandalkan pendapatan investasi untuk mencukupi kebutuhan hidup Anda setiap tahun.

Selanjutnya, untuk menghitung berapa banyak yang harus Anda tabung setiap tahun untuk mencapai angka FIRE tersebut, Anda dapat menggunakan rumus sederhana:

Angka FIRE dibagi dengan jumlah tahun menabung.

Misalnya, jika Anda memiliki target pensiun dalam 15 tahun dan membutuhkan US$1,5 juta untuk mencapai FIRE, maka tabungan tahunan yang diperlukan adalah US$1,5 juta / 15 = US$100.000 per tahun.

Hal ini berarti Anda perlu menyisihkan sekitar US$100.000 setiap tahun selama 15 tahun agar mencapai tujuan pensiun dini.

Perhitungan ini menunjukkan bahwa FIRE bukan hanya tentang mencapai angka tertentu dalam jumlah total aset, tetapi juga melibatkan disiplin dalam menabung dan menginvestasikan uang secara konsisten untuk mencapai kebebasan finansial yang diinginkan.

Dengan perencanaan yang tepat dan komitmen yang kuat, pensiun dini dapat menjadi lebih terjangkau dan tercapai lebih awal dari yang Anda duga.

Tantangan dalam Perjalanan FIRE

Meskipun konsep FIRE menawarkan potensi pensiun dini yang menarik, ada beberapa tantangan mungkin akan dihadapi:

Inflasi

Nilai uang dapat berkurang seiring waktu, sehingga perlu mempertimbangkan inflasi dalam perencanaan finansial jangka panjang.

Fluktuasi Pasar

Investasi pasar dapat mengalami fluktuasi, yang dapat memengaruhi nilai portofolio investasi FIRE.

Biaya Tak Terduga

Perencanaan FIRE juga harus memperhitungkan kemungkinan biaya tak terduga, seperti biaya kesehatan atau perbaikan properti.

Gerakan FIRE telah menjadi populer di kalangan mereka yang ingin mencapai kemandirian finansial lebih cepat dan menikmati kebebasan untuk mengejar minat pribadi serta gaya hidup yang diinginkan.

Namun, pendekatan ini memerlukan komitmen yang kuat, pengelolaan keuangan yang bijaksana, dan pemahaman yang baik tentang risiko dan peluang dalam investasi jangka panjang.

Dengan perencanaan yang matang dan disiplin finansial yang konsisten, pencapaian FIRE bisa menjadi kenyataan bagi banyak individu yang bersedia mengikuti jalan tersebut.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Muhammad Imam Hatami pada 29 Apr 2024

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 29 Apr 2024

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS