Mitme Day Bahas Strategi UMKM Agar Tetap Relevan di 2026

Redaksi - Jumat, 09 Januari 2026 20:51 WIB
Mitme Day Bahas Strategi UMKM Agar Tetap Relevan di 2026 (Mitme.id)

JAKARTA – Memasuki awal tahun, tantangan dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diprediksi akan semakin dinamis. Guna membekali para pengusaha, Mitme.id sukses menggelar Mitme Day, webinar bertajuk "Prediksi Pasar UMKM 2026: Masihkah Produk Anda Relevan?" pada Rabu, 7 Januari 2026 kemarin.

Acara yang dipandu oleh Angel Revalina ini menarik perhatian lebih dari 28 pelaku usaha dari berbagai sektor. Menghadirkan Adhitya Noviardi, Founder Mitme.id, webinar ini mengupas tuntas strategi agar produk dan model bisnis UMKM tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen masa depan.

Keluar dari "Jebakan Pedagang" Salah satu poin utama yang dibahas adalah fenomena "Jebakan Pedagang". Adhitya menyoroti data lapangan yang menunjukkan bahwa 86% UMKM telah beroperasi lebih dari tiga tahun, namun banyak yang merasa omzetnya stagnan.

BACA JUGA: Mitme Bahas Strategi Promosi Bersama UMKM Lewat Webinar

"Banyak pemilik usaha yang sebenarnya hanya mengulang pengalaman tahun pertama sebanyak tiga kali. Jika toko harus tutup saat pemiliknya sakit, itu artinya kita belum membangun bisnis, melainkan hanya menciptakan pekerjaan mandiri yang berisiko tinggi," jelas Adhitya. Ia mengajak peserta bertransformasi menjadi "Arsitek Bisnis" yang bekerja secara sistematis dan proaktif.

Webinar ini juga membedah profil konsumen tahun 2026 yang diprediksi tidak lagi memiliki toleransi terhadap pelayanan yang lambat. Tuntutan utama pelanggan di masa depan adalah kecepatan informasi dan kepastian stok secara real-time.

"Konsumen baru tidak punya waktu untuk menunggu jawaban 'nanti dicek dulu'. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan fondasi agar data bisnis kita akurat dan bisa diakses instan oleh pelanggan," tambah Adhitya.

Selain strategi pasar, Adhitya juga menekankan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) agar bisnis tetap konsisten, terutama saat viral atau menghadapi lonjakan permintaan. Ia juga mengingatkan satu "dosa besar" yang sering dilakukan UMKM: mencampuradukkan uang pribadi dengan uang usaha.

Menurutnya, penggunaan aplikasi pencatatan bukan sekadar gaya hidup, tapi alat navigasi untuk menghindari dead stock (barang tidak laku) dan menjaga arus kas tetap sehat. Dengan data yang rapi, pemilik usaha bisa mengambil keputusan belanja stok berdasarkan angka nyata, bukan sekadar perasaan.

BACA JUGA: Mitme Day Resmi Diluncurkan, Perluas Edukasi UMKM

Melalui webinar ini, Mitme.id berharap para pelaku UMKM dapat lebih siap menghadapi persaingan di tahun 2026 dengan beralih dari manajemen manual menuju tata kelola berbasis data yang lebih modern dan mandiri.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS