PGN Menyumbang Kualitas Udara Lebih Baik Melalui Penggunaan Gas Bumi
JAKARTA - PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina memiliki peran tidak hanya memanfaatkan gas bumi untuk aspek bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam mengatasi isu lingkungan dengan tujuan meningkatkan kualitas udara.
Sekretaris Perusahaan PGN mengungkapkan bahwa hingga kuartal pertama tahun 2023, PGN telah mengalirkan sebanyak 976 BBTUD gas alam. Terdapat peningkatan dalam volume pengiriman gas jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022.
Hal ini menunjukkan dampak yang semakin besar terhadap lingkungan. Mengingat bahwa gas alam adalah sumber energi dengan emisi rendah, hal ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
- Lahirkan Konsep Hunian Terintegrasi dan Makin Bernilai, Agung Podomoro Gandeng 11 Mitra Strategis
- Jamkrindo dan Pemda Kabupaten Kuningan Sepakat dalam Kerjasama Jasa Surety Bond
- Bank Mandiri Kenalkan Fitur Livin’ Around the World di 3 Negara, Dorong Transaksi Digital
“Kami sebagai Subholding Gas Pertamina berprinsip untuk ikut serta dalam mewujudkan bauran energi nasional ramah lingkungan pada masa transisi energi. Semester pertama 2023, PGN Grup berhasil mencatatkan pengurangan emisi sebesar 237 Ton CO²eq,” ujar Rachmat pada Jumat pekan lalu, 18 Agustus 2023.
“Dalam jangka panjang, PGN berkomitmen mewujudkan penggunaan energi rendah karbon, sehingga terus berkontribusi dalam menghadapi perubahan iklim yang menjadi isu global saat ini,” tambahnya.
Dalam lingkungan perusahaan, PGN juga menerapkan pemanfaatan sumber energi yang ramah lingkungan dan konsumsi energi yang efisian. Upaya efisiensi konsumsi energi di PGN Group berdampak langsung pada berkurangnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan.
“Berbagai inisiatif terkait lingkungan dilakukan terutama untuk mengurangi konsumsi energi, tingkat emisi dan limbah. Upaya efisiensi energi diantaranya melalui pengaturan pola operasi Gas Turbine Compressor, pemasangan soft starter pada after cooler, hingga penggunaan AC dan lampu yang hemat energi,” tambah Rachmat.
Inisiatif efisiensi konsumsi energi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya emisi GRK yang dihasilkan. Sepanjang tahun 2022, PGN berhasil mencatatkan pengurangan emisi (Ton CO2eq) sebesar 132.092,17 atau meningkat 32 persen dibandingkan tahun 2021.
Pemanfaatan gas bumi untuk berbagai kebutuhan merupakan upaya nyata PGN dalam menjaga kualitas lingkungan karena karakter gas bumi sebagai energi fosil yang paling ramah lingkungan.
“Untuk industri, PGN mengalirkan dalam jumlah besar. Selain untuk efisiensi produksi, pembakarannya lebih sempurna sehingga tidak menumbulkan asap pekat yang tidak baik untuk udara sekitar. Ini juga menjadi daya tarik bagi para investor yang memiliki perhatian terhadap sumber energi hijau,” ujar Rachmat.
PGN juga berkomitmen terus mengembangkan jaringan gas untuk rumah tangga. Satu juta jaringan gas untuk sektor rumah tangga berpotensi dapat menekan emisi karbon hingga 60.000 CO² per tahun. Program ini juga dapat membantu pemerintah menurunkan impor energi dan menekan biaya subsidi energi.
“Menjawab isu kualitas udara di beberapa daerah akhir-akhir ini, gas bumi juga bisa menjadi alternatif bahan bakar kendaraan. Gas bumi memiliki nilai oktan tinggi dan rendah emisi, menjadikan emisi BBG sebagai bahan bakar yang rendah emisi hingga 20 persen. Hal ini membuat kualitas udara menjadi lebih baik,” jelas Rachmat.
Komitmen selanjutnya adalah dalam peningkatan inisiatif pemanfaatan gas yang bersifat renewable (terbarukan). PGN telah melakukan kajian untuk mendapatkan potensi sumber gas bumi dari limbah kelapa sawit yang berada di sekitar jaringan gas yaitu biomethane.
Berdasarkan kajian yang dilakukan, besar potensi pasokan gas metana (CH4) dari sumber limbah kelapa sawit ini adalah sebesar 195 MMscfd yang berlokasi tersebar di beberapa lokasi seperti Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.
Melalui peran menyalurkan gas bumi dan energi ramah lingkungan, PGN berkomitmen mewujudkan bauran energi nasional dalam masa transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emission (NZE) di 2060.