PGN SAKA Pacu Portofolio Eksplorasi dan Jaga Kinerja Positif ke Depan

Redaksi - Kamis, 27 Juli 2023 16:27 WIB
Potret Petugas di PGN Saka ((TrenAsia))

JAKARTA – PGN Saka, sebagai anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), semakin meningkatkan integrasi portofolio eksplorasi dan produksi dengan lapangan yang sudah ada.

Menurut Direktur Utama PGN Saka, Avep Disasmita, pada tahun 2023 ini, perusahaan akan terus melanjutkan kegiatan pengeboran dan menyelesaikan produksi di berbagai lapangan yang dikelolanya.

Pada tahun 2022, PGN Saka berhasil menyelesaikan 2 proyek besar berproduksi, yaitu Lapangan West Pangkah dan Lapangan Sidayu, yang memberikan kontribusi tambahan energi. Gas dari Lapangan Pangkah diharapkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi secara menyeluruh, terutama di wilayah Jawa Timur.

Selama tahun 2022, PGN Saka mencatat kinerja operasional produksi yang positif, berdampak signifikan terhadap pencapaian perusahaan. Produksi dari aset yang dioperasikan oleh PGN Saka pada tahun tersebut berhasil melebihi target APBN yang diberikan kepadanya, dengan pencapaian masing-masing 109% untuk Blok Pangkah dan 101% untuk Blok Muriah.

Selain di Blok Pangkah dan Blok Muriah, kontribusi PGN Saka dalam pencapaian juga datang dari blok mitra lainnya. Ini termasuk pengembangan Blok Ketapang di Lapangan Bukit Tua fase 2B, pengeboran pada empat sumur drilling & completion (D&C) di Blok Fasken yang sudah berproduksi, serta harga komoditas migas yang membaik pada tahun 2022.

“Selain kenaikan harga komoditas migas dan total produksi, pencapaian membanggakan ini juga didukung oleh efisiensi biaya operasional serta pengelolaan portofolio keuangan PGN Saka yang mengacu pada prinsip On Time, On Budget, On Scope, On Safely, On Return (OTOBOSSOR). PGN Saka juga berhasil mencapai kinerja HSSE 1.939.756 jam kerja tanpa kecelakaan,” tambah Avep.

Pada tahun 2022, PGN Saka berhasil mencapai indikator keuangan yang melebihi target KPI Perusahaan. Realisasi EBITDA mencapai 69% lebih tinggi dari target, sementara Pendapatan Neto SAKA meningkat sebesar 48% dari target RKAP 2022.

Kinerja keuangan juga mengalami peningkatan yang signifikan, tercatat laba bersih sebesar U$D86,17 juta (Rp1.293.424.625.500,00 Triliun) atau naik 1.202,90% dibandingkan tahun 2021. Diharapkan pencapaian ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Avep menyatakan bahwa mayoritas produksi PGN Saka berasal dari Lapangan Pangkah, dengan jumlah sekitar 28.000 barel setara minyak per hari. PGN Saka juga menyuplai gas sebesar 20-15 BBTUD kepada PLN, sementara minyak sekitar 7.000-8.000 barel dari Lapangan Pangkah.

“Skala kami tetap skala upstream. Kedepan kami ingin menggiatkan kembali eksplorasi, karena bisa menambah portofolio cadangan energi. Program eksplorasi merupakan program strategis untuk PGN Saka di tahun 2023 ini untuk kami melihat kembali potensi apalagi yang bisa dikembangkan ke depannya. Utamanya gas di Jawa Timur dan menambah minyak untuk bangsa Indonesia,” papar Avep.

Selain Pangkah, PGN Saka akan melakukan eksplorasi pada 1 sumur di Lapangan Kepodang. Eksplorasi diakukan agar dapat menambah cadangan migas. Dengan adanya pipa gas 14 inch yang dioperasikan oleh PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), feeding bisa berkelanjutan untuk Jawa Tengah dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan eksplorasi gasnya berhasil dan bisa mulai produksi di Lapangan Kepodang,” harap Avep.

PGN Saka juga dipercaya untuk dapat melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Blok Sangkar melalui PT Saka Eksplorasi Timur dengan area seluas 8.122,58 kilometer persegi.

Total investasi Komitmen Pasti tiga tahun pertama masa eksplorasi sebesar USD 3 juta, meliputi kegiatan studi G&G (Geology& Geophysic), akuisisi dan processing 150 kilometer persegi data seismik 3D. Lokasi Prospek dan Lead yang terdapat di area Offshore. Blok Sangkar berdekatan dengan area prospek Blok Pangkah yang saat ini dioperasikan 100% oleh PGN Saka.

Avep juga menerangkan bahwa PGN Saka memprioritaskan sumber daya dari dalam negeri untuk dapat berpartisipasi dalam bidang hulu migas. “Kami dan beberapa operator migas diarahkan oleh SKK Migas untuk bisa mengatur bisa bersinergi dengan pengusaha lokal dan menambah potensi bisa dijalankan,” katanya.

Digitalisasi oleh PGN Saka untuk operasi sudah dijalankan dan mampu membuat bisnis lebih efisien, serta bisa memberikan value creation. “Ini adalah hal menarik untuk dikembangkan ke depan, karena cukup canggih. Kami tidak lagi tergantung pada software luar negeri, kami coba kembangkan dari dalam negeri. Era digital ini sangat membantu di hulu migas dan untuk bisnis yang lain,” pungkas Avep.

Saat ini, PGN SAKA memiliki 10 aset hulu migas di Indonesia dan 1 aset di luar negeri. Salah satu asetnya terletak di Fasken, Texas, yang menggunakan teknologi gas yang tidak konvensional dan telah berproduksi sekitar 80-90 MMSCFD. PGN Saka memiliki 36 persen Participating Interest (PI) dalam aset ini.

Di Indonesia, PGN Saka mengelola 10 aset lagi. Dua di antaranya dioperasikan secara langsung oleh PGN Saka sebagai operator. Pertama, Pangkah PSC, yang menghasilkan minyak, gas, dan LPG. Kemudian, Muriah PSC, yang memasok gas ke PLN Tambak Lorok, yang berjarak sekitar 200 kilometer dari lokasi operasional PGN Saka.

“Selebihnya kami adalah partner, baik itu di Ketapang dengan Petronas, Muara Bakau dengan Eni, Bangkanai di Kalimantan Tengah dengan Medco. Sementara ini, kami mendapatkan satu blok yakni Sangkar yang berjarak tidak jauh dari daerah operasional kami,” jelas Avep.

“Tujuan kami kedepan adalah mengintegrasikan portofolio kami ke eksisting lapangan dan mengoptimasi seluruh investasi, terutama di Lapangan Pangkah yang akan mensupport rencana pengembangan ke depan,” sambung Avep, selaku Direktur Utama PGN Saka.

RELATED NEWS