Revival, Karya Seni Lempeng Alumunium Berwujud Trimatra

Admins - Sabtu, 30 November 2024 03:50 WIB
null

jabarjuara.co, Bandung - Selasar Pavilion Bandung atau yang lebih dikenal Selasar Pav kembali menggelar acara pameran Jumat (29/11) yang bertajuk “Revival”. Pameran hasil karya seorang seniman bernama Lini Natalini Widhiasi yang dikuratori oleh Heru Hikayat. Lini Natalini Widhiasi telah bertahun-tahun mengolah lempeng alumunium sebagai medium utama karyanya. Lempeng-lempeng itu ditekuk, ditoreh, digambari, dibentuk menjadi relief dan wujud trimatra. Bentuk-bentuk yang dihasilkan bersifat modular, untuk kemudian dikomposisikan meruang. Pada sebagian karya masih terlihat jejak abstraksi dari berbagai makhluk, terutama figur manusia, atau sayap, dan sebagainya. Tapi Lini sepertinya tidak sedang merepresentasikan kenyataan duniawi. Saat sedang membentuk, ia tidak merujuk pada sesuatu di luar dirinya.

Kalaupun ada bentuk yang mirip dengan kenyataan tertentu di dunia, bentuk itu sudah diabstraksi sesuai dengan alam di dalam diri. Lini berinteraksi dengan lempeng logam dengan merujuk pada sifat plastis dari logam itu sendiri. Modul-modul yang dihasilkan jadi bersifat plastis juga.
Ruang, dalam hal ini menjadi bagian dari plastisitas tersebut. Ruang bisa diluaskan, dicekungkan, atau dipadatkan sesuai dengan komposisi dari modul-modul yang dipadukan oleh Lini. Selasar Pav, dengan arsitekturnya yang unik, menjadi “wadah” dari berbagai olah bentuk Lini Natalini kali ini. Ruang adalah wadah, sekaligus “kanvas” bagi ekspresi personal. Sesuatu dari dalam diri mencurah, keluar, bangkit dan tampil, melalui media.

Lini Natalini Widhiasi (b. 1964) merupakan anak pasangan seniman, Anastasia Moentiana Tedja dan Tedja Suminar. Karena itu pula kehidupannya sejak kecil tak lepas dari seni. Ayahnya, Tedja selalu memberi buku-buku, mengajak melihat pertunjukan seni daerah, mengunjungi galeri lukisan,
dan mengenal sejumlah nama pelukis terkenal. Lini akrab dengan buku-buku yang menceritakan kemanusiaan seperti ulasan tokoh Mahatma Gandhi.

Lini Natalini Widhiasi adalah Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Belajar pada “Course for Adult and Continuing Education” Department
of Art, Glasgow University, Inggris. Melukis sejak usia 4, Lini aktif berpameran tunggal maupun bersama sejak 1973 hingga kini di Surabaya, Bali, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Bulgaria, Belgia, Jepang, Thailand dan Glasgow. Sembilan kali mendapat penghargaan nasional dan 10 kali penghargaan internasional, antara lain dari Belgia, Bulgaria, Italia, Taiwan, India (dua kali) dan Jepang (tiga kali). Tahun 1977 Sari Agung menerbitkan buku “Garis-garis Lini”. Setelah kembali dari vakum, Lini kini gemar mengeksplorasi medium seni 3 dimensi.

Editor: Admins
Bagikan

RELATED NEWS