Tips Buat UMKM Agar Bisnis Moncer Usai Pandemi

donalbaba -Jumat, 04 Juni 2021 09:42 WIB
Ilustrasi UMKM. (sumber: Freepik)

jabarjuara.co, BANDARLAMPUNG - Vaksinasi Covid-19 memang jadi harapan baru bagi penduduk dunia untuk bisa kembali hidup normal, termasuk oleh para pegiat UMKM, yang memprediksi kegiatannya akan kembali normal usai pandemi.

Usahawan sekaligus CEO Qasir, Michael William, mengingatkan para pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk tidak melewatkan momentum berbisnis di era pasca pandemi, yang bisa disiapkan sejak saat ini.

"Vaksin memang sudah di depan mata, namun pelaksanaanya butuh proses agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Usahawan bisa menganggap proses tersebut sebagai periode revitalisasi, yang bisa dimanfaatkan untuk menyiapkan amunisi sebelum industri kembali normal sepenuhnya," terang Michael.

Setidaknya ada 3 hal yang perlu dipersiapkan, dan dicanangkan sebelum bisnis kembali bergeliat dan berputar dengan normal, seperti sebagai berikut:

1. Konsisten promosi digital

Meskipun era pasca-pandemi memungkinkan konsumen untuk mengunjungi toko atau berbelanja langsung, namun perilaku konsumen dalam mengakses produk secara digital akan tetap bertahan, yaitu melalui media sosial dan marketplace. Ini karena kebiasaan ini terbentuk semakin kuat selama pandemi.

2. Jaga hubungan baik dengan konsumen

Caranya dengan memperhatikan respon, evaluasi, dan pengembangan produk yang dapat dilakukan dengan mudah dan gratis melalui platform survei online.

"Hal ini dapat menjadi solusi untuk menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan target konsumen," terang Micahel.

3. Buat website usaha

Hal ini, kata Michael, seharusnya dilakukan sejak awal agar nama domain usaha tidak digunakan. Website usaha menjadi representasi digital yang memberikan kesan terpercaya bagi sebuah brand UMKM.

Keberadaan usaha di media sosial dan marketplace dapat sewaktu-waktu mengalami kendala yang malah menghambat penjualan, maka website atau landing page dapat menjadi acuan resmi bagi konsumen baik sebagai akses membeli produk maupun referensi informasi.(*)

Bagikan

RELATED NEWS